Jumat, 05 Mei 2023

Self-Esteem

 

A.      Definisi Self-esteem

Minchinton, J (1993) menyatakan bahwa “Self-esteem is the value we place on ourselves. It is our assessment of our worth as human being, based on our approval or disapproval of ourselves and our behavior.” Menurut Erikson (dalam Papalia, Olds, Fieldman, 2009) faktor penentu utama harga diri adalah pandangan anak mengenai kemampuan mereka untuk pekerjaan yang produktif, persoalan yang diselesaikan dalam masa kanak-kanak tengah adalah industry versus infentority. Papalia, Old & Fieldman (2009) menyatakan bahwa self-esteem bagian dari evaluasi dari konsep diri, penilaian yang dibuat anak mengenai keberhargaan mereka. Dalam sudut pandang aliran neo-peaget, harga diri didasari oleh kemampuan kognitif anak yang tumbuh untuk menggambarkan diri mereka. Self-esteem adalah bagaimana kita berpikir dan merasakan tentang diri kita sendiri, hal itu mengacu pada bagaimana kita berpikir tentang cara kita melihat, kemampuan kita, hubungan kita dengan orang lain, dan harapan kita untuk masa depan (Powell, J. 2004).

B.      Aspek-aspek Self-esteem

Minchinton, J (1993) menyatakan bahwa self-esteem memiliki tiga aspek yaitu perasaan mengenai dirinya sendiri, perasaan terhadap hidup, dan hubungan dengan orang lain.

a)       Perasaan mengenai diri sendiri

Orang yang memiliki self-esteem yang tinggi akan menerima diri sendiri tanpa syarat serta menghargai nilai diri sendiri sebagai manusia. Sedangkan orang yang memiliki self-esteem yang rendah akan kurang menghargai dirinya sendiri dengan meyakini penilaian pribadinya yang secara langsung menilai pencapaiannya

1.       Menerima diri sendiri

Individu dapat menerima dirinya secara penuh, merasa nyaman dengan keadaan dirinya dan memandang baik tentang dirinya apapun kondisinya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi individu mampu menilai dirinya memiliki keunikan tersendiri meskipun ada sifat, kemampuan atau keterampilan yang tidak dimiliki.

2.       Memaafkan diri sendiri

Individu dapat menghormati dan memiliki keyakinan mendalam bahwa diri kita adalah sosok yang paling penting dan apapun itu, jika tidak berlaku bagi orang lain, setidaknya berlaku bagi diri kita sendiri. Selain itu, individu memaklumi dan memaafkan dirinya atas segala kekuarangan dan ketidaksempurnaan yang dimiliki.

3.       Menghargai nilai pribadi

Individu dapat menghargai pribadi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain. Individu tidak akan merasa lebih baik ketika mereka dipuji atau merasa buruk ketika mereka dikritik. Perasaan baik ini tidak terpengaruh oleh kondisi eksternal.

4.       Mengendalikan emosi diri

Individu bebas dari perasaan tidak menyenangkan seperti rasa bersalah, marah, takut dan kesedihan. Individu dengan self-esteem tinggi memegang kendali atas emosinya sendiri, sebaliknya individu dengan self-esteem rendah lebih mudah mempengaruhi perasaannya.

b)      Perasaan mengenai hidup

Jika seseorang memiliki self-esteem yang tinggi maka orang tersebut akan bertanggung jawab dan berlapang dada atas setiap bagian hidup yang dijalani. Tetapi orang yang memiliki self-esteem yang rendah dalam kehidupan dan apa yang terjadi didalam hidupnya sering kali terlihat tak terkendali

1.       Menerima kenyataan

Individu bertanggung jawab atas sebagian hidup yang dijalaninya. Individu dengan self-esteem tinggi akan lebih berlapang dada menerima kenyataan dan tidak menyalahkan keadaan hidup atas segala masalah yang dihadapinya, individu bertanggung jawab untuk sesuatu yang terjadi dalam hidupnya dan sadar bahwa semua terjadi atas pilihan dan keputusannya sendiri, bukan karena factor eksternal. Maka individu pun akan membangun harapan atau cita- cita secara realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

2.       Memegang kendali atas diri sendiri

Individu dengan self-esteem tinggi juga tidak berusaha mengendalikan orang lain atau situasi yang ada. Sebaliknya, ia akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan.

c)       Hubungan dengan orang lain

Orang yang memiliki self-esteem yang tinggi dapat bertoleransi dan memberikan penghargaan yang sama terhadap semua orang, meyakini bahwa setiap orang termasuk dirinya mempunyai hak yang sama. Sedangkan orang yang memiliki self-esteem yang rendah pada dasarnya akan kurang menghargai orang lain. Tidak toleransi terhadap orang lain dan meyakinkan bahwa orang lain harus hidup dengan caranya.

1.       Toleran dan menghargai orang lain

Individu dengan toleransi dan penghargaan yang sama terhadap semua orang berarti memiliki self-esteem yang bagus. Individu percaya bahwa setiap orang, termasuk dirinya, memiliki hak yang sama dan patut dihormati.

 Bijaksana dalam hubungan

Individu dengan self-esteem tinggi mampu memandang hubungannya dengan orang lain secara bijaksana. Ketika individu merasa nyaman dengan dirinya sendiri, ia pun akan menghormati orang lain sebagaimana adanya mereka. Individu dapat menerima kekuarangan orang lain, pandai menguasai diri (berwatak tenang), fleksibel dan bertanggung jawab dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Individu memandang semua orang layak dan pantas untuk dihormati.


Sumber :

Minchinton, J. (1993). Maximum Self-esteem. Kuala Lumpur : Golden Books centre SDN.BHD

Papalia, Old, Fieldman. (2009). Human Development : Perkembangan Manusia. Edisi 10 buku 1. Jakarta: Salemba Humanika

Powell, J. (2006). Self-Esteem. United State : Smart Apple Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar