A. Definisi Self-esteem
Minchinton, J
(1993) menyatakan bahwa “Self-esteem is the value we place on ourselves. It is
our assessment of our worth as human being, based on our approval or
disapproval of ourselves and our behavior.” Menurut Erikson (dalam Papalia,
Olds, Fieldman, 2009) faktor penentu utama harga diri adalah pandangan anak
mengenai kemampuan mereka untuk pekerjaan yang produktif, persoalan yang
diselesaikan dalam masa kanak-kanak tengah adalah industry versus infentority. Papalia,
Old & Fieldman (2009) menyatakan bahwa self-esteem bagian dari evaluasi
dari konsep diri, penilaian yang dibuat anak mengenai keberhargaan mereka.
Dalam sudut pandang aliran neo-peaget, harga diri didasari oleh kemampuan
kognitif anak yang tumbuh untuk menggambarkan diri mereka. Self-esteem adalah
bagaimana kita berpikir dan merasakan tentang diri kita sendiri, hal itu
mengacu pada bagaimana kita berpikir tentang cara kita melihat, kemampuan kita,
hubungan kita dengan orang lain, dan harapan kita untuk masa depan (Powell, J.
2004).
B.
Aspek-aspek Self-esteem
Minchinton, J
(1993) menyatakan bahwa self-esteem memiliki tiga aspek yaitu perasaan mengenai
dirinya sendiri, perasaan terhadap hidup, dan hubungan dengan orang lain.
a)
Perasaan mengenai diri sendiri
Orang yang
memiliki self-esteem yang tinggi akan menerima diri sendiri tanpa syarat serta
menghargai nilai diri sendiri sebagai manusia. Sedangkan orang yang memiliki
self-esteem yang rendah akan kurang menghargai dirinya sendiri dengan meyakini
penilaian pribadinya yang secara langsung menilai pencapaiannya
1.
Menerima diri sendiri
Individu dapat
menerima dirinya secara penuh, merasa nyaman dengan keadaan dirinya dan
memandang baik tentang dirinya apapun kondisinya. Oleh karena itu, apapun yang
terjadi individu mampu menilai dirinya memiliki keunikan tersendiri meskipun
ada sifat, kemampuan atau keterampilan yang tidak dimiliki.
2.
Memaafkan diri sendiri
Individu dapat
menghormati dan memiliki keyakinan mendalam bahwa diri kita adalah sosok yang
paling penting dan apapun itu, jika tidak berlaku bagi orang lain, setidaknya
berlaku bagi diri kita sendiri. Selain itu, individu memaklumi dan memaafkan
dirinya atas segala kekuarangan dan ketidaksempurnaan yang dimiliki.
3.
Menghargai nilai pribadi
Individu dapat
menghargai pribadi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain. Individu
tidak akan merasa lebih baik ketika mereka dipuji atau merasa buruk ketika
mereka dikritik. Perasaan baik ini tidak terpengaruh oleh kondisi eksternal.
4.
Mengendalikan emosi diri
Individu bebas
dari perasaan tidak menyenangkan seperti rasa bersalah, marah, takut dan
kesedihan. Individu dengan self-esteem tinggi memegang kendali atas emosinya
sendiri, sebaliknya individu dengan self-esteem rendah lebih mudah mempengaruhi
perasaannya.
b)
Perasaan mengenai hidup
Jika seseorang
memiliki self-esteem yang tinggi maka orang tersebut akan bertanggung jawab dan
berlapang dada atas setiap bagian hidup yang dijalani. Tetapi orang yang
memiliki self-esteem yang rendah dalam kehidupan dan apa yang terjadi didalam
hidupnya sering kali terlihat tak terkendali
1.
Menerima kenyataan
Individu
bertanggung jawab atas sebagian hidup yang dijalaninya. Individu dengan
self-esteem tinggi akan lebih berlapang dada menerima kenyataan dan tidak
menyalahkan keadaan hidup atas segala masalah yang dihadapinya, individu
bertanggung jawab untuk sesuatu yang terjadi dalam hidupnya dan sadar bahwa
semua terjadi atas pilihan dan keputusannya sendiri, bukan karena factor eksternal.
Maka individu pun akan membangun harapan atau cita- cita secara realistis
sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
2.
Memegang kendali atas diri sendiri
Individu dengan
self-esteem tinggi juga tidak berusaha mengendalikan orang lain atau situasi
yang ada. Sebaliknya, ia akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan.
c)
Hubungan dengan orang lain
Orang yang
memiliki self-esteem yang tinggi dapat bertoleransi dan memberikan penghargaan
yang sama terhadap semua orang, meyakini bahwa setiap orang termasuk dirinya
mempunyai hak yang sama. Sedangkan orang yang memiliki self-esteem yang rendah
pada dasarnya akan kurang menghargai orang lain. Tidak toleransi terhadap orang
lain dan meyakinkan bahwa orang lain harus hidup dengan caranya.
1.
Toleran dan menghargai orang lain
Individu dengan
toleransi dan penghargaan yang sama terhadap semua orang berarti memiliki
self-esteem yang bagus. Individu percaya bahwa setiap orang, termasuk dirinya,
memiliki hak yang sama dan patut dihormati.
Bijaksana
dalam hubungan
Individu dengan
self-esteem tinggi mampu memandang hubungannya dengan orang lain secara
bijaksana. Ketika individu merasa nyaman dengan dirinya sendiri, ia pun akan
menghormati orang lain sebagaimana adanya mereka. Individu dapat menerima kekuarangan
orang lain, pandai menguasai diri (berwatak tenang), fleksibel dan bertanggung
jawab dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Individu memandang semua orang
layak dan pantas untuk dihormati.
Sumber :
Minchinton, J. (1993). Maximum Self-esteem. Kuala Lumpur : Golden Books centre SDN.BHD
Papalia, Old, Fieldman. (2009). Human Development : Perkembangan Manusia. Edisi 10 buku 1. Jakarta: Salemba Humanika
Powell, J. (2006). Self-Esteem. United State : Smart Apple Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar