a. Definisi
Fieldman (1989) menyatakan bahwa stress adalah suatu proses yang menilai
suatu peristiwa sebagai sesuatu yang mengancam, menantang, ataupun membahayakan
dan individu merespon peristiwa itu pada level fisiologis, emosional, kognitif
dan perilaku Menurut Greenberg (2011) menjelaskan bahwa stressor berasal dari
stimulus yang memiliki potensi untuk memicu reaksi atau respon “melawan atau
lari” yang menimbulkan perubahan fisiologis, seperti meningkatnya ketegangan
otot dan tekanan darah. Konsekuensi dari perubahan tersebut menimbulkan
tegangan sehingga individu dapat dikatakan sedang berada dalam kondisi stres.
b. Macam-macam stress
Menurut Greenberg, stres dapat dibedakan menjadi dua yaitu positif dan
negatif:
1. Stres Positif (eustres)
Eustress sebagai suatu respon nonspesifik yang terdapat pada tubuh untuk
memenuhi tuntutan yang ada. Tuntuttan tersebut merupakan sesuatu yang baik (misalnya
saat sebelum presentasi, kenaikan pangkat, merencanakan pernikahan). Pada
keadaan ini individu tetap mengalami perubahan fisiologis namun individu dapat
cepat mengadaptasikan dirinya pada kondisi yang mengandung stressor.
2. Stres Negatif (distress)
Distress diartikan sebagai suatu kondisi yang mengandung hal buruk yang harus
diadaptasikan oleh individu (misalnya, kematian pasangan). Selain itu, jika eustress
tidak mendapat penanganan yang sesuai maka dapat berubah menjadi distress.
Gejala distress biasanya terkait dengan kesehatan fisik maupun psikis, berupa
tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan atau penurunan semangat bekerja.
c. Sumber Stres
Stres adalah suatu tuntutan yang mendorong organisme untuk beradaptasi
atau menyesuaikan diri. Sedangkan stresor adalah suatu sumber stres (Nevid dkk,
2002).
Sumber stres terdiri dari 3 aspek antara lain:
1. Diri sendiri
Sumber stres dari dalam diri sendiri umumnya dikarenakan konflik yang
terjadi antara keinginan dan kenyataan yang berbeda, dalam hal ini adalah
berbagai permasalahan yang tidak sesuai dengan dirinya dan tidak mampu diatasi
maka akan dapat menimbulkan stres.
2. Keluarga
Stres karena masalah keluarga biasanya terjadi karena adanya
perselisihan antara keluarga, masalah keuangan, serta adanya tujuan yang berbeda
diantara keluarga.
3. Masyarakat dan lingkungan
Sumber stres ini dapat terjadi di masyarakat dan lingkungan seperti
hubungan interpersonal serta kurang adanya pengakuan di masyarakat sehingga
tidak berkembang.
d.
Gejala Stres
Taylor
(1991) menyatakan, stres dapat menghasilkan berbagai respon. Berbagai peneliti telah
membuktikan bahwa respon-respon tersebut dapat berguna sebagai indicator terjadinya
stres pada individu, dan mengukur tingkat stres yang dialami individu. Respon stres
dapat terlihat dalam berbagai aspek, yaitu
1.
Respon fisiologis
Dapat
ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, detak jantung, detak nadi, dan
sistem pernapasan. Selain juga menjadi mudah sakit, mual, pusing, gerakan motoric
yang tidak disadari serta gairan seks yang menurun.
2.
Respon Perilaku
Biasanya
ditandai dengan kurang tidur atau lebih sering tidur, nafsu makan yang bertambah
atau makin berkurang, menyendiri, menunda pekerjaan, serta merokok atau bahkan
mengandalkan obat penenang.
3.
Respon emosi
Kemunculannya sangat luas, menyangkut emosi yang mungkin dialami individu, seperti takut, cemas, malu, marah, mudah tersinggung, moody, merasa kesepian, menarik diri dan selalu merasa tertekan.
E. Stres
dan Hipertensi Pada Lansia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar